Juni 2012 - Dakwah Islam 01
Headlines News :

Islam, Eropa dan Bola

Written By ZS Maula on Sabtu, 16 Juni 2012 | 00.09



Ternyata dunia memang tak bisa dipisahkan dengan Islam, sekeras apapun penolakan terhadap kebenaran Islam, tidak akan pernah bisa, yakinlah itu!. Seperti Eropa yang menolak keras untuk tidak mengakui budaya Islam sebagai bagian dari Eropa, ternyata tak mampu juga. Pada waktunya, Islam semakin mengokohkan eksitensinya. Sepak bola, sebagai bagian dari olahraga, yang mana Islam juga menganjurkan untuk kesehatan dan apa yang disebut sebagai i'dad, mampu memunculkan figur-figur muslim, yang penuh dengan nilai-nilai Islam. berikut datanya yang didapat dari http://www.ngobrolaja.com:
Zinedine Yazid Zidane
Kolo & Yaya Toure (Arsenal & Barcelona)
Robin Van Persie (Arsenal)
Nicholas anelka (Bolton)
Mohammed “Momo” Sissoko (Liverpool)
Ahmed Mido Hossam (Boro)
Hossam Ghaly (Totteham Hotspurs)
Franck “Bilal” Riberry (Bayern Muenchen)
Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
Frederik Kanoute (Sevilla)
Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
Eric Abidal (Barcelona)
Nuri Sahin (Feyenoord Rotterdam)
Sulley Ali Muntari (Pompey)
Zlatan Ibrahimovic (Inter)
Hassan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)
Khalid Boulahrouz (Sevilla)
Salomon Kalou (Chelsea)
El-Hadji Diouf (Bolton)
Diomanssy Kamara (Fulham)
Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)

Diantara mereka ada beberapa muslim yang taat, diantaranya : Samir Nasri, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Rovin van Persie (Persie kalo gak salah artinya Persia), Aaron Winter, Zidane, Nicolas Anelka, Frank Ribery, Djibril Cisse.

Pun pebola muslim dari Afrika dan Asia yang main di Eropa. Beberapa waktu lalu Frederic Kanoute bahkan sempat menutupi logo sponsor di kaosnya karena merupakan Judi Online yg dilarang Islam. Kanoute akhirnya mau mengalah setelah dijanjikan bahwa ada keuntungan yang digunakan untuk sosial.

Mungkin kalo ada Asosiai Pesepakbola Muslim, bisa ngumpulin dana buat masalah2 sosial di dunia ketiga seperti di Indonesia, alangkah indahnya.

Hidup di tengah glamornya industri sepakbola, banyak pebola muslim di Eropa yang tetap beribadah. Mereka juga hidup sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu menjadi kunci rahasia kenapa jarang pebola Muslim yang disorot kehidupan pribadinya bermasalah. Itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil dan emosi di lapangan senantiasa terjaga.

Meski banyak di antara mereka bukan Muslim yang taat tapi mereka tetap memegang teguh prinsip-prinsip pokok dalam Islam. Mereka di antaranya :


- Stephen Appiah : sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.


- Frederic Kanoute : sempat menolak memakai kostum klub yang disponsori rumah judi bahkan hingga ditutupi. Belakangan setelah berkonsultasi dengan penasehat spiritualnya dia melunak. Karena sponsor klubnya menjanjikan bahwa sebagian keuntungan digunakan untuk sosial.


- Rami Shaaban : mengaku hidup dengan panduan Al Quran. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.


- Kolo Toure : merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.


- Frank Ribery : mengakui bahwa Islam adalah sumber kekuatannnya di dalam dan di luar lapangan. Terutama ketika ia sempat mengalami masa sulit dalam karir dan ia menemukan Islam yang memberi kedamaian.

Ternyata menarik juga kalo mencari tahu seputar kehidupan pebola Muslim di Eropa. Meski sangat sulit karena rata-rata mengaku bahwa agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin dipublikasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menjadi contoh dan kebanggaan bagi ummat Islam. Juga menjadi andalan untuk menghapus stereotipe buruk barat tentang Islam.

Apa kabar para pemain bola Indonesia yang mayoritas muslim ?


sumber: bolanews

Vicenzo Montella (AS ROMA), bayangin di negara yang emang mayoritas banget ama katolik, justru montella yang warga italia juga menganut muslim.....

Ibra juga Islam...
tp gak pernah menjalankan ajaran2Nya...
bandel dia...

kl Van Persie masuk Islam karena nikah ma cewek Muslim...

kl Anelka masuk Islam pas maen di Turki...
lupa apaan klubnya...

The Real Footbollisme

Written By ZS Maula on Jumat, 15 Juni 2012 | 19.56

Mengerikan, ternyata benar apa yang diberitakan, bahwa sport adalah bagian dari propaganda Yahudi. Hal ini tampak semakin nyata, saat umat manusia benar-benar mengkultuskan sport, terutama pada pembahasan ini yaitu bola atau footboll. Selama ini, kita terlalu meremehkan berita ini, sebab bila dipandang dari sisi lain, Islam sangat menganjurkan i'dad (persiapan), dalam istilah lalinnya riyadhah (olahraga). Untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah swt, tentu manusia harus menjaganya, dengan terus berolahraga dan beri'dad.
Namun, bila kita lihat dilapangan, karena pertanding-pertandingan dilaksanakan melalui klub-klub, maka setiap klub akan memiliki pendukung (suporter) sendiri-sendiri. Inilah yang dipermasalahkan banyak kalangan, para suporter-suporter tersebut seringkali bertikai. Bila pertandingan antar klub dumulai, seolah-olah genderang perang suci dimulai, para suporter rela mati demi klub bola, ikhlash membela klubnya, apalagi kalau bukan lillkurrah ta'ala...na'uzubillah min zalik...
Keadaan ini diperparah, dengan informasi-informasi media yang tidak mengerti agama, awak media yang juga masih memiliki fanatisme tinggi pada beberapa klub, akan menyajikan informasi-informasi yang mengelu-elukan klub, bahkan sampai mengkultuskan. Menarik judul berita pada harian Republika, edisi Sabtu 16 Juni 2012, "Roben: Pertandingan Hidup dan Mati Melawan Jerman", apakah ini bukan sebuah kultus, samar-samar walaupun hanya sebuah judul, lama-lama akan dianggap baik juga, "demi bola..aku rela mati.." Saat ini, jika ada anak manusia yang tidak memiliki kecondongan pada klub bola tertentu, maka eksistensinya tidak dianggap, fanatisme klub seolah kewajiban, loyalitas yang harus dibangun.
Bagi umat Islam, hidup dan mati hanyalah demi Allah swt dan ridhaNya, hidup dan mati yang dipertaruhkan untuk selainnya, berujung pada sia-sia belaka, karena yang disembah sesungguhnya tidak memiliki apa-apa. Sementara loyalitas yang wajib bagi umat Islam, tentu atas dasar cinta Allah swt, sunnah RasulNya saw dan para salafushalih. Wallahu a'lam bishawwab..
Sebenarnya tidak perlu befanatik buta pada klub, sebatas loyalitas pada pemain-pemain bola yang beragama Islam, dan taat mengerjakan ibadah, maka hal ini boleh-boleh saja. Ada banyak pemain muslim bermain di klub-klub besar di dunia, baik Eropa atau liga-liga kecil disana. Kepada mereka, sebagai umat Islam dan saudara seaqidah, maka sepantasnya kita beri loyalitas tinggi pada mereka. Mendukung seratus persen kemenangan mereka, insyaallah Islam akan menang dan berjaya.

Kaos Dukung Palestina

Written By ZS Maula on Selasa, 12 Juni 2012 | 21.32

Palestina milik Palestina, disana ada Masjid Al-Aqsha masjid umat Islam, Israel keras kepala menjajah Palestina, mendukung Palestina adalah kewajiban bersama umat manusia, dibawah ini link bagi yang berminat membeli kaos dukungan untuk Palestina...http://www.cafepress.com/palshirts






Islam, Eropa dan Bola


Ternyata dunia memang tak bisa dipisahkan dengan Islam, sekeras apapun penolakan terhadap kebenaran Islam, tidak akan pernah bisa, yakinlah itu!. Seperti Eropa yang menolak keras untuk tidak mengakui budaya Islam sebagai bagian dari Eropa, ternyata tak mampu juga. Pada waktunya, Islam semakin mengokohkan eksitensinya. Sepak bola, sebagai bagian dari olahraga, yang mana Islam juga menganjurkan untuk kesehatan dan apa yang disebut sebagai i'dad, mampu memunculkan figur-figur muslim, yang penuh dengan nilai-nilai Islam. berikut datanya yang didapat dari http://www.ngobrolaja.com:
Zinedine Yazid Zidane
Kolo & Yaya Toure (Arsenal & Barcelona)
Robin Van Persie (Arsenal)
Nicholas anelka (Bolton)
Mohammed “Momo” Sissoko (Liverpool)
Ahmed Mido Hossam (Boro)
Hossam Ghaly (Totteham Hotspurs)
Franck “Bilal” Riberry (Bayern Muenchen)
Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
Frederik Kanoute (Sevilla)
Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
Eric Abidal (Barcelona)
Nuri Sahin (Feyenoord Rotterdam)
Sulley Ali Muntari (Pompey)
Zlatan Ibrahimovic (Inter)
Hassan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)
Khalid Boulahrouz (Sevilla)
Salomon Kalou (Chelsea)
El-Hadji Diouf (Bolton)
Diomanssy Kamara (Fulham)
Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)

Diantara mereka ada beberapa muslim yang taat, diantaranya : Samir Nasri, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa, Rovin van Persie (Persie kalo gak salah artinya Persia), Aaron Winter, Zidane, Nicolas Anelka, Frank Ribery, Djibril Cisse.

Pun pebola muslim dari Afrika dan Asia yang main di Eropa. Beberapa waktu lalu Frederic Kanoute bahkan sempat menutupi logo sponsor di kaosnya karena merupakan Judi Online yg dilarang Islam. Kanoute akhirnya mau mengalah setelah dijanjikan bahwa ada keuntungan yang digunakan untuk sosial.

Mungkin kalo ada Asosiai Pesepakbola Muslim, bisa ngumpulin dana buat masalah2 sosial di dunia ketiga seperti di Indonesia, alangkah indahnya.

Hidup di tengah glamornya industri sepakbola, banyak pebola muslim di Eropa yang tetap beribadah. Mereka juga hidup sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu menjadi kunci rahasia kenapa jarang pebola Muslim yang disorot kehidupan pribadinya bermasalah. Itu juga yang membuat permainan mereka cenderung stabil dan emosi di lapangan senantiasa terjaga.

Meski banyak di antara mereka bukan Muslim yang taat tapi mereka tetap memegang teguh prinsip-prinsip pokok dalam Islam. Mereka di antaranya :


- Stephen Appiah : sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.


- Frederic Kanoute : sempat menolak memakai kostum klub yang disponsori rumah judi bahkan hingga ditutupi. Belakangan setelah berkonsultasi dengan penasehat spiritualnya dia melunak. Karena sponsor klubnya menjanjikan bahwa sebagian keuntungan digunakan untuk sosial.


- Rami Shaaban : mengaku hidup dengan panduan Al Quran. Kiper timnas Swedia ini senantiasa melafalkan beberapa ayat sebelum bertanding.


- Kolo Toure : merasa sebagai seorang muslim dia harus menghormati orang lain. Kesuksesan dirinya selalu disebutnya berkat doanya kepada Allah.


- Frank Ribery : mengakui bahwa Islam adalah sumber kekuatannnya di dalam dan di luar lapangan. Terutama ketika ia sempat mengalami masa sulit dalam karir dan ia menemukan Islam yang memberi kedamaian.

Ternyata menarik juga kalo mencari tahu seputar kehidupan pebola Muslim di Eropa. Meski sangat sulit karena rata-rata mengaku bahwa agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tidak ingin dipublikasi. Tapi setidaknya, mereka bisa menjadi contoh dan kebanggaan bagi ummat Islam. Juga menjadi andalan untuk menghapus stereotipe buruk barat tentang Islam.

Apa kabar para pemain bola Indonesia yang mayoritas muslim ?


sumber: bolanews

Vicenzo Montella (AS ROMA), bayangin di negara yang emang mayoritas banget ama katolik, justru montella yang warga italia juga menganut muslim.....

Ibra juga Islam...
tp gak pernah menjalankan ajaran2Nya...
bandel dia...

kl Van Persie masuk Islam karena nikah ma cewek Muslim...

kl Anelka masuk Islam pas maen di Turki...
lupa apaan klubnya...


Misteri

Teknologi

Mengenai Saya

Foto saya
seorang hamba Allah, diciptakan untuk beribadah...

Pengikut

silahkan beri komentar, semua artikel yang ada sangat memerlukan perbaikan, ok. terimakasih.... Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dakwah Islam 01 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger